Catat! 15 Hal Yang Harus Kamu Lakukan Sebelum Mengganti Tema Wordpress

- Last Update April 21, 2018
Hosting Unlimited Indonesia
Catat! 15 Hal Yang Harus Kamu Lakukan Sebelum Mengganti Tema Wordpress

CaraWordpress.com - Kalau kamu menggunakan Wordpress, pasti kamu pernah melakukan perubahan tema, mengganti tema dalam waktu tertentu, misalnya 6 bulan sekali atau bahkan setahun sekali.

Mengganti tema bertujuan untuk memberikan tampilan dan citarasa baru kepada pengunjung. Namun menurut beberapa sumber, tidak disarankan jika terlalu sering mengubah tema website. Sebelum menggantu tema Wordpressmu, berikut ini 15 hal yang sangat penting yang harus kamu lakukan.

#1 Catat Perubahan Pada Tema Sebelumnya

Jika kamu melakukan beberapa perubahan fungsi pada tema sebelumnya, misalnya pada file functions.php atau file lainnya, pastikan kamu mencatatnya atau melakukan backup. Hal ini bertujuan agar saat kamu mengubah tema Wordpdress kamu tidak perlu lagi mengulang dari awal penambahan fungsi-fungsi tersebut.

#2 Perhatikan Sidebar

Widget di sidebar memudahkan pengunjung mengakses halaman-halaman penting dan mungkin beberapa iklan. Jika tema kamu sebelumnya terdapat sidebar dan kamu sudah mengisi widget-widget tersebut, pastikan tema yang baru juga memiliki sidebar. Atau kamu akan mengatur ulang susunan widget kamu. Dan ini memakan waktu.

#3 Perhatikan Kode Tracking

Beberapa blogger menggunakan layanan analisis seperti Google Analythics, dan menggunakan cara lama untuk memasang kode tracking, yaitu meletakkan kode di header.php dan footer.php. Pastikan kamu sudah menyalin kode pelacakan sebelum mengubah tema.

Sangat disarankan menggunakan plugin terkait jika kamu merasa perlu menambahkan kode di file header dan footer. Misalnya plugin Google Analythic yang tersedia di repository.

#4 Perhatikan Feed RSS (Jika Menggunakan FeedBurner)

Jika anda menggunakan layanan FeedBurner untuk menganalisa pelanggan blog, pastikan kamu menyimpan salinan link RSS FeedBurner tersebut. Atau kamu akan kehilangan data pelangan blog kamu.

#5 BACKUP

Sangat penting! Sebelum melakukan perubahan tema atau melakukan pengeditan file-file Wordpress pastikan kamu melakukan backup. Meskipun kamu yakin dan mungkin tidak terjadi error setelah diedit, tidak ada salahknya mengantisipasi hal yang tidak di inginkan.

Kamu bisa menggunakan plugin BackupBuddy untuk melakukan backup file tema, plugin mauppun database.

#6 Mode Maintenance

Kamu pasti tidak ingin pengunjung web kamu melihat error atau tampilan yang tidak rapi karena proses perubahan tema. Sebaiknya aktifkan mode Maintenance selama 15 - 20 menit dan pastikan semuanya berfungsi dengan benar. Setelah kamu mengatur mode Pemeliharaan, kamu bisa mengaktifkan tema baru dan melakukan beberapa editing.

#7 Melakukan Uji Coba Semua Fungsi dan Plugin

Setelah mengaktifkan tema baru, kamu perlu melakukan uji coba pada tema baru dan plugin bawaan tema yang mungkin tersedia. Pastikan semua fungsi tema dan plugin sesuai dan tidak terjadi error. Pastikan plugin yang kamu gunakan sebelumnya kompatibel dengan tema baru yanng mungkin menampilkan tampilan output yang sama namun beda gaya atau tampilan.

#8 Kompabilitas Antar Browser

Uji situs kamu di semua browser. Browser memiliki kecenderungan memiliki tampilan yang berbeda, khususnya Internet Explorer. Beberapa tema tampak rapi dan bagus di beberapa browser, naum jika pengunjungmu banyak yang menggunakan Internet Explorer atau browser khusus, pastikan tema baru yang kamu pasang tetap terlihat rapi.

#9 Membuat Item Pihak Ketiga Terlihat Rapi

Kalau kamu menggunakan periklanan pihak ketiga seperti Google Adsense atau jaringan periklanan lain, pastikan kamu menyesuaikan tampilan iklan terlihat rapi dan cocok dengan tema barumu. Jangan lupa mengubah tombol-tombol share sosmed dan menyesuaikannya dengan tampilan tema baru agar tetap terlihat cantik.

#10 Biarkan Pengunjung Tahu

Setelah mematikan mode maintenance, segela buat postingan atau pengumuman di blog atau social media. Perhatikan, saat kamu menghabiskan waktu 15 - 20 menit untuk memaintenance. Tidak mungkin kamu bisa mengetahui dan memperbaiki semua bug pada waktu tersebut. Dengan memberi tahu pengunjung atau pelanggan, kamu bisa mendapatkan laporan jika terdapat bug.

#11 Nonaktifkan Plugin Yang Tidak Perlu

Beberapa tema sudah menyertakan plugin tertentu, misalnya untuk page builder, form kontak, maupun plugin penunjang SEO. Beberapa plugin mungkin bentrok dengan plugin yang sudah terpasang pada wordpress kamu sebelumnya. Nonaktifkan plugin-plugin yang dirasa tidak perlu.

#12 Hati-hati dan Teliti

Mulailah melakukan perubahan dari hal-hal kecil sebelum memulai perubahan besar, kok mirip kata-kata motivasi ya :D . Lakukan pengeditan dari hal-hal kecil pada tema baru, pastikan semua fungsi berjalan dengan baik tanpa error. Sangat penting juga untuk mempelajari struktur tema baru yang akan kamu pasang.

#13 Tes Kecepatan Loading

Pastikan melakukan pengujian kecepatan loading wordpress kamu saat menggunakan tema baru. Gunakan tool seperti Google PageSpeed Insight atau Pingdom untuk memantau kecepatan web. Pastikan kecepatan loading web dalam kategori baik, karena pengunjung akan merasa jenuh jika loading web lambat.

#14 Pantau Rasio Pentalan atau Bounce Rate

Setelah mengubah tema, pastikan kamu memantau rasio pentalan. Jika tingkat bouncing web kamu meningkat dibandingkan dengan tema sebelumnya, maka kamu harus memperbaikinya dengan menambahkan widget posting terkait, widget posting populer, atau gunakan tombol Call-to-action yang lebih baik untuk meminimalisir rasio pentalan.

#15 Dengarkan Saran Pembaca

Ketika desain baru keluar, beberapa pengunjung pasti memiliki saran. Mereka menyukai fitur tertentu, atau membenci fitur tertentu. Berkomunikasi dengan audiens menggunakan survei atau Facebook Polls. Lihat apa yang mereka katakan, mana yang harus diperbaiki, dan kemudian lakukan.

Itulah 15 hal penting yang harus kamu lakukan sebelum mengubah tema Wordpress. Kamu punya tips lain yang belum masuk list? Silahkan tuliskan di komentar.

Baca doang? Gak mau ngomen apa gitu?
EmoticonEmoticon

 

Masukan keyword